Tim Lab Biokesmas Provinsi NTT Lakukan Tes Massal di Politani

Tes massal di Politani Kupang guna mencegah penyebaran Covid-19, Senin (15/03). (Foto: Humas Lab Biokesmas Provinsi NTT).

Kupang, detakpasifik.com – Tim Laboratorium Biologi Molekuler Kesehatan Masyarakat  (Lab Biokesmas) Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan tes massal di Kampus Politani (Politeknik Pertanian Negeri) Kupang, Senin (15 Maret 2021).

Kolaborasi dua lembaga ini menjadi langkah awal bagi Politani untuk menyiapkan skema pembelajaran off line dengan mematuhi standar protokol kesehatan.

Kegiatan swab pooled-test ini dihadiri peserta sebanyak 56 orang. Mereka terdiri atas staf pengajar, laboran dan tenaga kependidikan di lingkup Politani Kupang.

Dukungan untuk Politani Kupang

Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS memberi dukungan penuh terhadap program tes massal ini. Dia mengatakan tidak sedikit kegiatan belajar mengajar (KBM) di Politani dengan praktikum di dalam ruang tertutup.

“Sederhananya di Politani Kupang, kegiatan belajar mengajar (KBM) berbasis praktikum banyak pula yang dilakukan di dalam ruangan tertutup yang tentunya apabila tidak patuh menjalankan protokol kesehatan secara ketat, kemungkinan penyebaran virus ini akan terjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Klik dan baca juga:  Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di Kota Kupang Capai 16 Persen

Dia menambahkan, dengan metode surveillance seperti ini, kita dapat melakukan contact tracing secara lebih terarah di lingkungan kampus. Apakah infeksi bersumber dari dalam lingkungan kampus ataukah dari luar kampus seperti rumah, kos, dan sebagainya. Sosialisasi kepada mahasiswa pun terus kami lakukan untuk patuh menjalankan 3M meskipun berada di luar lingkungan kampus, ungkapnya.

Mereka pun mengakui tidak mudah mengajak para mahasiswa untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan di luar kampus, tetapi meyakini bahwa usaha untuk mendidik tetap perlu dikerjakan.

Kegiatan swab massal ini merupakan upaya perguruan tinggi (PT) untuk mempersiapkan diri memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) secara off line, atau peralihan dari metode on line yang dilakukan semasa pandemi merebak.

Hal ini sangat penting, mengingat Politani Kupang merupakan institusi vokasi, yang menekankan pada penguatan keterampilan melalui kegiatan praktikum yang tentunya akan lebih optimal bila dilakukan secara luring.

Klik dan baca juga:  Upaya Tracking Tidak Direspons, Satgas Covid-19 Kecewa dengan SMAK St. Stefanus Ketang

Pada kesempatan ini juga telah dilakukan dialog antara pimpinan Politani Kupang dan Lab Biokesmas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait rencana ke depan untuk dilakukannya metode pengawasan (surveillance) secara periodik dan menjadikan Politani Kupang sebagai model di perguruan tinggi.

Upaya pemulihan aktivitas publik khususnya di sektor pendidikan tinggi dengan standar biosecurity terpadu ini akan dibahas lebih lanjut oleh kedua lembaga.

Lab Biokesmas Provinsi NTT Siap Dukung Upaya Pengawasan

Kepala Lab Biokesmas, Fainmarinat S. Inabuy, Ph.D yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, metode preventif yang paling efektif butuh tiga unsur secara menyeluruh ada tiga yakni: pengawasan (surveillance), tes massal dengan screening pool-testing, dan program vaksinasi. Ia berharap upaya ini mesti menjadi terobosan di sektor pendidikan.

Metode surveillance yang didesain oleh Lab Biokesmas Provinsi NTT dimulai dengan menentukan komunitas kecil di lingkup perguruan tinggi, seperti di tingkat program studi yang kemudian akan diberlakukan protokol kesehatan ketat selama KBM dalam periode waktu kurang lebih 6 bulan.

Klik dan baca juga:  Sekali Lagi Menimbang Penimbang Masa Depan

Selama rentang waktu ini, komunitas tersebut akan dites Swab PCR secara berkala setiap bulannya. Apabila ada individu yang terkonfirmasi positif maka diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri hingga dinyatakan negatif kembali. Sehingga penularan tidak terjadi dan dampak fatalitas juga bisa dihindari.

“Kami berharap agar upaya ini menjadi referensi bersama bagi institusi pendidikan tinggi lainnya untuk memberlakukan pendekatan yang sama dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar di instutusinya masing-masing,” imbuh Kepala Lab Biokesmas Provinsi NTT itu.

Tes masal ini dibuka gratis untuk berbagai lapisan masyarakat.

“Bagi perguruan tinggi lain yang berminat untuk mendapatkan layanan tes massal gratis untuk proses persiapan aktivitas off line dari Lab Biokesmas Provinsi NTT, bisa menghubungi bagian Humas Lab Biokesmas di No HP/WA 085333959325,” tambah Theo Bole dari bagian Humas Lab Biokesmas Provinsi NTT.* (irfan b)