Pilu Keluarga di Manggarai Kehabisan Bahan Makanan Saat Isolasi Mandiri

Ilustrasi Covid-19 (Foto: grid.id)

Ruteng, detakpasifik.com – Di Kabupaten Manggarai terdapat anggota keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena positif terpapar virus Corona. Ironisnya, keluarga yang beranggotakan lima orang itu juga mengalami kekurangan bahan makanan di tengah mereka dibatasi untuk keluar rumah.

Mereka adalah Yohanes Katu (37) dan istrinya Magdalena Lanus (36) serta ketiga buah hati DJD (8), MJ (5) dan seorang bayi yang sedang menyusui.

Kerabat dekat keluarga, Maria Yasinta Dewi menceritakan pilu keluarga ini kepada Pasifik, Rabu (25/8/2021).

Klik dan baca juga:  Waspada! Dalam Sehari 1.000 Lebih Warga NTT Terpapar Covid-19

Maria menceritakan, Yohanes Katu dan istri serta dua anaknya terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani rapid test antigen di Puskesmas Watu Alo, Kecamatan Wae Ri’i Minggu (20/8/2021) lalu.

“Keadaan mereka sekarang sangat memprihatinkan. Mereka kehabisan bahan makanan, seperti sembako, ada padi mau digiling tapi orang tidak mau terima,” ungkap Maria kepada Pasifik.

Maria menceritakan selain kekurangan bahan makanan keluarga ini juga harus menghadapi kenyataan dijauhkan oleh warga sekitar. Sementara, di sisi lain, saat ini keluarga tersebut membutuhkan beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Klik dan baca juga:  Peparnas Papua XVI, NPC Manggarai Kirim Satu Atlet

Menurut cerita Maria, keluarga ini bahkan harus kesulitan untuk sekedar berbelanja karena pemilik kios yang merasa ketakutan tertular penyakit asal Kota Wuhan, China itu.

Ia menjelaskan dalam keluarga tersebut terdapat bayi yang sedang menyusui dan dikhawatirkan mengalami sakit akibat kekurangan asupan makanan dari ibunya.

“Sementara bayi mereka masih menyusui dan asi ibunya tidak lancar karena stres dan kekurangan gizi. Di sini mereka sangat membutuhkan perhatian pemerintah,” tutur Maria.

Klik dan baca juga:  Seorang Ayah di Manggarai Tega Setubuhi Anak Kandung

Maria berharap pemerintah segera memperhatikan keluarga tersebut karena takut akan berdampak buruk terhadap kesehatan mereka.

“Kita berharap pemerintah bisa mengambil langkah untuk pilu keluarga ini,” ungkapnya.

Penulis: Heribertus Salus

Editor: Juan Pesau