Menteri Erick Thohir dan Gubernur NTT Berkomitmen Membangun Labuan Bajo

  • Bagikan
vhds5s7l 400x400
Erick Thohir.

Labuan Bajo, detakpasifik.comSuasana Labuan Bajo, dua pekan belakangan sudah berubah. Wajah kota kian semarak. Lampu jalan, perlahan bersinar. Kendaraan antar jemput tamu pun hilir mudik memasuki area parkir Bandara Komodo. Para sopir taksi ikut bersuka ria.

Arus wisatawan, keluar masuk. Ruang keberangkatan dan kedatangan sama padat manusia. Hal itu ada sejak penerbangan delapan kali sehari dari dan ke Labuan Bajo kembali normal.

Seiring dengan perubahan itu, pariwisata Labuan Bajo pun menggeliat, bangkit dan ramai. Tempat hiburan, seperti café Paradise, kembali bergetar. Musik pembunuh sepi pun melambung ke udara malam. Para anak muda bersuka ria, bernyanyi mengikuti lagu-lagu yang diputar dan mereka bersorak sorai sambil menenggak sebotol bir kaleng.

vhds5s7l 400x400
Erick Thohir.

Menyambut geliat pariwisata Labuan Bajo dua pekan belakangan itu, jajaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tegas memilih Labuan Bajo sebagai tempat diselenggarakannya rapat akbar yang dibabtis dengan nama Rapat Koordinasi 20 Direksi Kementerian BUMN dan para komisaris terkait berlangsung 13-14 Oktober 2021.

Pada kesempatan jamuan makan malam yang dilangsungkan dalam siraman suasana santai di Lantai 6 Hotel Meruorah (dulunya bernama Hotel Inaya), Labuan Bajo, Selasa (12/10/2021), Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur NTT Viktor B Laiskodat menyatakan komitmen bersama.

Komitmen itu berupa kerja sama yang fokus untuk tuntas membangun Labuan Bajo. Komitmen itu, dinyatakan dengan tandas oleh Menteri Erick. Kata Menteri Erick, tidak ada pilihan lain kecuali Indonesia harus bangkit dari keterpurukan menyusul dua tahun belakangan dihajar pandemi Covid-19. Satu destinasi wisata super premium yang perlu dipulihkan adalah Labuan Bajo.

Klik dan baca juga:  Pariwisata Labuan Bajo Kini Kembali Bergeliat

Dalam sapaan kepada para tamu, Menteri BUMN, Erick Tohir mengungkapkan, pihaknya sungguh sangat berterima kasih kepada Pemerintahan NTT, terutama kepada Gubernur Viktor B Laiskodat. Diakuinya, Viktor Laiskodat dengan caranya sendiri telah bersikukuh menjadikan pariwisata sebagai prime mover pembangunan di NTT.

Implikasi dari pilihan itu ialah terajut dan terjalinnya kerja sama lintas jenjang dan sektor agar semua sektor lain terkait bangkit untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Bidang pariwisata justru sebagai prime mover yang menggerakkan dan menghidupkan apa yang disebut dengan value chane and supply chain. Karena itu diharapkan agar rakyat terlibat di dalam seluruh gerakan perubahan ini.

Komitmen itu, kata Menteri Erick, ditampakkan Gubernur Viktor melalui beberapa serial kunjungan kerja ke sejumlah wilayah destinasi pariwisata. Gubernur pun sanggup menggalang kerja-kerja kolaboratif yang bersinergi dengan berbagai jenjang jejaring struktural kepemerintahan, masyarakat sipil, dan para pebisnis, termasuk pemerintah pusat.

“Persis di bagian inilah visi dan misi kita bertemu. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian BUMN memiliki komitmen serupa. Persis sama kuatnya dengan komitmen gubernur untuk membangun pariwisata di Labuan Bajo yang melibatkan semua stakeholder,” ujar Erick.

Disebutkan, ada empat hal yang menjadi fok us kerja Kementerian BUMN ke depan untuk kepentingan pembangunan pariwisata di Labuan Bajo. Keempat hal itu, masing-masing berupa kesatuan aksi dan kerja sama lintas sektor dan jenjang, membangun infrastruktur pariwisata Labuan Bajo harus sampai tuntas, memberikan CSR BUMN terutama di bidang pendidikan, lingkungan hidup dan kelembagaan.

Untuk infrastruktur pariwisata, misalnya, harus dikerjakan serius, fokus dan tuntas, sehingga para wisatawan dapat menikmati layanan wisata di Labuan Bajo yang profesional dan sehat, tetapi juga pariwisata Labuan Bajo harus memberi keuntungan pasti bagi kemakmuran rakyat Manggarai dan NTT secara keseluruhan.

Klik dan baca juga:  Dilema Politisi dan Perilaku Suporter Dungu

“BUMN itu bukan menara gading. BUMN bekerja dan mendedikasikan dirinya untuk kepentingan kemakmuran rakyat melalui berbagai jenis intervensi pembangunan di bidang pariwisata atau yang terkait dengan pariwisata,” ujar Menteri Erick.

Bantuan dan kerja sama di bidang pendidikan, misalnya, berfungsi untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di segala bidang, terutama di sektor pariwisata. Begitu pun untuk urusan lingkungan. Pembangunan pariwisata tidak boleh menjadi alasan pembenaran untuk merusak lingkungan apalagi mencemarkan lingkungan di daerah destinasi pariwisata.

Karena itu, pembangunan pariwisata harus seiring sejalan dengan pembangunan lingkungan dan pemulihan lingkungan. Bahwa ada penataan ruang dan rona alam, itu harus dipandang sebagai pembenahan lingkungan untuk kepentingan semua dimensi pembangunan.

Aneka Ragam Pesona

Bupati Manggarai Barat, Edi Endi, dalam sapaan pengantar mewakili Gubernur NTT, mengungkapkan sejumlah ragam pesona pariwisata di seluruh kawasan Manggarai Barat. Aneka ragam pesona destinasi pariwisata itu dilukiskan Edi Endi dengan menyebutkan antara lain air terjun di beberapa lokasi, juga gua sarang aneka jenis ular. Katanya, jika sudah mengunjungi Istana Ular, maka problem kehidupan dalam rumah tangga pun akan segera pulih.

edi endi
Bupati Manggarai Barat, Edi Endi. Foto/abadikini.

Menurut Edi Endi, pesona Labuan Bajo, tidak hanya tawaran alam dan pulau-pulau berpasir putih nan lembut, tetapi juga ragam budaya yang ditampakkan melalui tarian, tenunan dan atraksi kebudayaan lain yang mengisahkan filosofi manusia Manggarai.

Meski demikian, Edi Endi tetap mengingatkan agar semua pihak mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dan memastikan semua urusan hukum tuntas dan jelas.

Klik dan baca juga:  Peresmian Terminal Multipurpose Wae Kelambu: Penghargaan dan Pengakuan Masyarakat Adat

Kecuali itu, pengamat wisata menyebutkan, kemungkinan bahaya yang ditimbulkan dengan masifikasi bangunan hotel di Labuan Bajo. Bahaya itu antara lain, penggunaan air tanah yang tidak terkontrol dan terkendalikan. Karena disarankan agar pemerintah segera mengeluarkan aturan untuk mengatur keseimbangan ekologis dan bisnis pariwisata.

Dia merisaukan bahaya yang mungkin timbul dari masifikasi penggunaan air tanah untuk kepentingan pelayanan air minum di Labuan Bajo. Maka disarankan agar para pihak investor untuk menggunakan fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum agar selain mendatangkan Pendapatan Asli Daerah bagi kepentingan pembangunan Kabupaten Manggarai Barat, tetapi juga agar lingkungan alam dilestarikan supaya mahluk hidup lain dapat berkembang di kawasan Manggarai Barat.

whatsapp image 2021 10 13 at 16.30.28
Erick Thohir bersama Staf Khusus Gubernur NTT, Pius Rengka.

Informasi yang diperoleh detakpasifik.com di Labuan Bajo menyebutkan, ada sejumlah pembeli tanah yang berusaha untuk menyelundupkan pajak pengurusan tanah. Sayangnya, ujar sumber itu, para pelakunya justru tokoh-tokoh yang diharapkan untuk membela kepentingan rakyat. Peringatan ini harus menjadi kepedulian semua pihak, termasuk di dalam perihal penyerapan tenaga kerja di semua sektor terkait pariwisata.

Hadir pada kesempatan ramah tamah itu antara lain, Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat, Dua Wakil Menteri BUMN, 20 Direktur BUMN, Para Komisaris di lingkungan BUMN, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, para Staf Kementerian BUMN, Staf Khusus Gubernur NTT, investor infrastruktur pariwisata dan Staf Pemda Manggarai Barat.

Acara santai itu dihibur musik yang dilantunkan band lokal yang menyanyikan lagu-lagu daerah antara lain lagu daerah ciptaan Musikus Kesohor NTT, Ivan Nestor Man. (dp/pr)

  • Bagikan