NTT  

Manusia Spiritual Tak Akan Pernah Menyerah Meski Tantangan Besar Menghadang

whatsapp image 2022 01 18 at 13.13.03
Gubernur NTT, Dr. Viktor B Laiskodat, S.H., M.Si bersama Pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2021-2026.

detakpasifik.com Manusia spiritual itu adalah manusia sangat kuat. Ia ditandai dengan sikap yang sangat jelas dan tegas dengan impian dan cita-citanya. Manusia spiritual tidak pernah dan tak bakal pernah menyerah (never give up) meski tantangan yang dihadapinya sangat besar.

Manusia spiritual itu sangat yakin bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya dapat dikerjakan dengan baik karena segala sesuatu yang dikerjakannya itu didasari oleh panggilan kemanusiaan (voice of humanity) demi kebaikan banyak orang, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri atau mengabdi pada kepentingan kaumnya sendiri. Karena itu, manusia spiritual selalu menjadi penciri dari pemimpin yang kuat (strong leadership) karena kehadirannya berguna bagi kepentingan banyak orang.

Kehadiran manusia spiritual di komunitas mana saja, senantiasa memberi cahaya harapan bagi kaum terpinggirkan tanpa dibatasi dan dihambat oleh sekat-sekat primordial dengan basis apa pun.

Rentetan pernyataan itu, diucapkan Gubernur NTT, Dr. Viktor B Laiskodat, S.H., M.Si, saat dia menyampaikan pidato selebrasi pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Islam (MUI) NTT, di aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Senin (17/1/2022). Pengurus MUI NTT dikukuhkan oleh Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat MUI, Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.A.

Menurut Gubernur Viktor, jumlah manusia spiritual di tanah air tidak banyak. Satu dari sedikit manusia spiritual itu antara lain Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo. Salah satu bukti kuat bahwa Presiden Jokowi sebagai manusia spiritual ialah ketika beliau dihajar aneka masalah dan isu, tetapi Jokowi tetap tegak lurus meraih impiannya untuk mendistribusikan  keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Caranya antara lain dengan membangun sejumlah infrastruktur dasar bagi pembangunan di Kawasan Timur Indonesia, mulai dari NTT hingga Papua yang selama Indonesia merdeka belum maksimal diperhatikan oleh presiden sebelumnya.

Klik dan baca juga:  Lebarkan Sayap, Gubernur NTT Sebut Koperasi Obor Mas Berpartisipasi Atasi Masalah Kemiskinan

Khusus untuk konteks NTT, Dr. Viktor B Laiskodat, S.H., M.Si menyebutkan, ada sembilan bendungan dibangun di NTT karena presiden prihatin pada kondisi dan situasi sosial dan keadaan ekonomi rakyat NTT. Salah satu kesulitan besar NTT adalah kemiskinan yang antara lain disebabkan oleh kurangnya persediaan air untuk irigasi pertanian di seluruh kawasan. Tetapi, meski Jokowi telah melakukan banyak kemajuan di tanah air, terutama pembangunan di daerah pinggiran, tetapi gempuran hujatan, cacian, tudingan buruk selalu datang menerpa. Meski demikian, Jokowi tetap teguh lurus mewujudkan impiannya.

Menurut Gubernur Dr. Viktor B laiskodat, S.H., M.Si, Majelis Ulama Islam (MUI) NTT dapat memainkan peran yang sama. MUI harus menjadi komunitas fungsional dan kontributif bagi kepentingan dan kebaikan banyak orang, bukan hanya bergungsi dan kontributif untuk kepentingan komunitas Islam sendiri.

Belajar mengerti Indonesia

Viktor B Laiskodat, Doktor Studi Pembangunan keluaran Fakultas Interdisipliner Studi Pembangunan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ini, mengharapkan dan mendorong MUI NTT untuk terus menjadi cahaya dari timur agar ikut terlibat di dalam menerangi MUI di tempat lain di seluruh Indonesia.

Menurut mantan Ketua Fraksi DPR RI Partai Nasdem ini, untuk mengertikan Indonesia dengan tepat dan baik, mestinya orang belajar di dan dari NTT karena NTT adalah salah satu bahkan satu-satunya provinsi di tanah air yang unik karena dimensi multietnik.

Klik dan baca juga:  NTT Baru: Manfaatkan Kekayaan, Bangkit dari Kemiskinan

Gubernur memberi contoh. Kabupaten Alor, misalnya. Alor, memiliki sedikitnya 38 bahasa subetnik lokal. Karena itu, orang-orang Alor harus berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan subetnik lain di sana karena bahasa subetnik di antara mereka berbeda dengan subetnik lainnya. Begitu pun dengan warna kulit, jenis rambut dan adat istiadat. Jadi, NTT menjadi laboratorium untuk mempelajari cara tepat berelasi dengan manusia multietnik. Maka NTT adalah tempat belajar terbaik untuk mengerti bagaimana memimpin Indonesia.

MUI NTT diharapkan sanggup menjadi satu mata rantai pemberi manfaat dan nilai guna bagi kepentingan hidup bersama. Karena, menurut Dr. Viktor B Laiskodat, S.H., M.Si, manusia spiritual dapat muncul dan lahir dari komunitas mana pun karena ditentukan oleh input dan proses kehidupan di komunitasnya.

Manusia spiritual itu, bukanlah manusia yang lekas menyerah, mudah tersinggung, gemar mengolok dan menghujat, gembira karena disanjung, tetapi manusia spiritual adalah manusia yang sanggup melihat ke depan melampaui fenomena empirik demi kebaikan bersama. Karena itulah, manusia spiritual pasti tidak takut mati, dan tidak perlu juga berani mati, karena mati sebagai kepastian ontologis, maka seluruh hidup manusia spiritual itu didedikasikan untuk pemuliaan martabat manusia apa pun mungkin agama-etnik dan ideologi politik rakyat yang dipimpinnya. Maka manusia spiritual adalah pemberi harapan di mana pun mungkin dia hadir.

Klik dan baca juga:  Panen Padi 3.000 Ha, Gubernur Victor Sebut Ada Perubahan Pola Pertanian di NTT

MUI penjaga warisan bangsa

Pada kesempatan itu, Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.A, Wakil Ketua Umum MUI Nasional, menegaskan, MUI NTT dikukuhkan dan diutus untuk menjadi penjaga warisan bangsa. Warisan bangsa Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan UUD 1945.

682921 720
Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.A. Tempo/Adam Prireza

Menjaga warisan bangsa merupakan cara Islam menjaga martabat keislaman umatnya. Karena itu Islam adalah agama yang memuliakan keragaman dan menghormati perbedaan serta melindungi relasi humanis. Kiayi Syuhud meminta MUI NTT untuk menjaga relasi humanis dengan semua elemen sosial, apa pun agama, kultur dan ideologi dari sesama warga di NTT.

Sementara itu, Ketua MUI NTT, Drs. H. Muhamad  Wongso dalam sambutannya mengatakan bahwa MUI akan selalu mendukung impian pemerintah NTT agar NTT bangkit dan sejahtera. Karena itu, orientasi program dan kegiatan MUI terarah dan diarahkan tidak saja hanya untuk kepiawaian menguasasi Al Qur’an, tetapi juga terlibat dalam seluruh pembangunan bagi rakyat NTT.

Ketua terpilih MUI NTT didampingi Sekretaris Drs. H. Husen Anwar dan Bendahara, Drs. Ibrahim Imang.

Pengurus MUI NTT banyak diwarnai oleh para intelektual bergelar doktor dan master, politisi dari berbagai partai politik, dan profesi. Ketua Penyelenggara Pengukuhan Pengurus MUI NTT adalah politisi Anwar Pua Geno, S.H.

 

 

(pr)