Mahasiswi di Manggarai Jadi Korban Begal Payudara

  • Bagikan
Ilustrasi

Ruteng, detakpasifik.com – Aksi pelecehan seksual begal payudara dialami seorang mahasiswa berinisial PM (20) di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Selasa (6/07/2021) malam.

Peristiwa ini bermula saat mahasiswa semester tiga itu melewati sebuah lorong sepi dan gelap di belakang Susteran Hamba-Hamba Ekaristi di Nekang, Kelurahan Watu, Ruteng, Manggarai.

PM mengalami pelecehan seksual itu pada pukul 20.00 Wita. Saat kejadian, PM yang tengah berjalan sendiri tiba-tiba dihampiri seorang pria yang tidak dikenal. Pria itu langsung menjambak rambut dan meremas payudara gadis itu.

“Korban menjelaskan bahwa sekitar pukul 20.00 Wita, korban pulang dari rumah kontrakan temannya yang berlokasi di lorong belakang Susteran Hamba-Hamba Ekaristi di Nekang, tiba-tiba diserang orang tak dikenal,” kata petugas Bhabinkamtibmas Watu, Bripka Andi Darma, Rabu (7/07/2021) pagi.

Korban yang menyadari dirinya dilecehkan itu langsung berontak dan beteriak meminta tolong lalu berlari ke arah jalan raya hingga bertemu dengan sejumlah pemuda yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Bersama pemuda-pemuda yang ditemuinya di jalan raya itu, PM lalu mengadu ke petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Watu sehingga petugas menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Bripka Andi menjelaskan, ciri-ciri pelaku menurut keterangan korban PM adalah memakai celana pendek, mengenakan jaket warna hitam serta memakai masker.

“Tindakan yang diambil oleh petugas adalah mendatangi TKP dan meminta informasi dari saksi-saksi yang berada di sekitar TKP,” ujar Bripka Andi.

Ia menjelaskan, meski sejauh ini pelaku belum berhasil diindentifikasi, tetapi polisi akan terus menyelidik kasus pelecehan seksual itu.

“Korban tidak membuat Laporan Polisi (LP) namun pelaku masih terus kami selidiki, sebab sebelumnya kami mendapatkan kejadian yang sama tepatnya di gang Israel-Tenda juga di tempat lain seperti Rumah Wunut sehingga kemungkinan besar pelakunya yang sama,” terangnya.

Tidak hanya itu, Bripka Andi berharap kepada masyarakat binaannya agar tidak keluar sendirian pada malam hari.

“Himbauan Kamtibmas kepada para masyarakat lebih khusus mahasiswi agar kalau tidak ada keperluan yang mendesak jangan keluar sendirian di malam hari,” imbuhnya.

Penulis: Heribertus Salus

Editor: Juan Pesau

  • Bagikan