Gua Liang Bua, Wisata Situs Sejarah Terpopuler di Indonesia

  • Bagikan
Liang Bua. Sumber: Wikimedia Commons

Ruteng, detakpasifik.com – Liang Bua atau Gua Liang Bua terletak di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Situs pemukiman di zaman prasejarah ini terpilih sebagai destinasi wisata sejarah tertua dan terpopuler di Indonesia pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards tahun 2020 yang digelar di Kota Labuan Bajo pada 20 Mei 2021 lalu.

Gua Liang Bua mengalahkan dua pesaingnya, Tugu Radio Perjuangan Rimba di Aceh pada posisi kedua dan Kota Tua Jakarta pada posisi ketiga. Ketiga situs ini sebelumnya bersaing ketat dalam ajang API Awards.

Anugerah Pesona Indonesia (API) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia.

Di samping itu, penyelenggaraan API juga bertujuan untuk mendorong peran serta berbagai pihak, baik masyarakat, pihak industri atau swasta maupun pemerintah daerah dari provinsi hingga kabupaten/kota dalam mengkampanyekan pariwisata serta mengembangkan ekonomi kreatif secara langsung di masing-masing daerah.

Anugerah Pesona Indonesia sejak tahun 2016 mulai diselenggarakan. Dan kini secara rutin tiap tahunnya API telah menjadi ajang nasional bergengsi dan terbesar yang memberikan apresiasi terhadap pariwisata di dalam negeri.

Pada pergelaran ke-5 API Awards tahun 2020 yang digelar di Hotel Inaya Labuan Bajo Mei 2021 itu, Provinsi Nusa Tenggara Timur keluar sebagai juara umum mengalahkan Provinsi Sumatra Selatan dan Provinsi Aceh yang sebelumnya bersaing ketat pada nominasi juara umum.

Saat itu, NTT berhasil memboyong delapan piala dari 18 kategori yang dilombakan.

Delapan kategori yang dimenangkan oleh Provinsi NTT antara lain, juara I kategori Situs Sejarah Tertua dan Terpopuler (Gua Liang Bua di Kabupaten Manggarai), juara I kategori Dataran Tinggi Terpopuler (Fulan Fehan) di Kabupaten Belu, Juara I kategori Kampung Tradisional Terpopuler (Kampung Adat Namata di Sabu Raijua), juara I kategori Kuliner Tradisional Terpopuler (Se’i NTT), juara I kategori Destinasi Belanja Terpopuler (Sendra Tenun Ikat Ina Ndao di Kota Kupang).

Juara II kategori Surga Tersembunyi Terpopuler (Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao), juara II kategori Wisata Air Terpopuler (Island Hopping Pulau Meko di Flores Timur), dan juara II kategori Destinasi Baru (Pulau Semau di Kabupaten Kupang).

Liang Bua, situs pemukiman zaman prasejarah

Gua Liang Bua tepatnya terletak di Desa Liang Bua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Gua ini merupakan warisan situs pemukiman prasejarah manusia purba di wilayah Flores. Menurut bahasa setempat, Liang berarti gua dan Bua berarti dingin.

Liang Bua memiliki ukuran panjang 50 meter, lebar 40 meter dan tinggi 25 meter.

Mengutip Wikipedia, proyek penggalian pada Liang Bua dimulai pada masa kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1930. Baru di tahun 1950-an sampai 1960-an, seorang misionaris merangkap arkeolog berkebangsaan Belanda, Theodor L Verhoeven menunjukkan potensi arkeologi dan paleontologi dari Gua Liang Bua.

Petunjuk ini ditindaklanjuti oleh Puslit Arkenas hingga kini. Hasil penelitian para arkeolog menyebutkan usia Liang Bua mencapai 190.000 tahun. Di zaman dahulu diperkirakan Liang Bua menjadi tempat hunian manusia prasejarah dimulai dari zaman batu (Paleotikum), zaman batu madya (Mesolitikum), zaman batu muda (Nesolitikum), hingga zaman logam awal (Paleometalikum).

Kini, Liang Bua menjadi tempat penelitian bagi para arkeolog baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sumber: Kumparan. Wikimedia Commons

Penemuan paling berharga dan menarik dari Liang Bua adalah tengkorak kuno dari manusia Flores (Homo Floresiensis). Di kedalaman enam meter, tengkorak ini berbentuk manusia pendek dengan tinggi badan 100 cm dan berat 25 kilogram, yang berasal dari 18.000 tahun yang lalu. Selain itu, di kedalaman 10,7 meter terdapat penemuan rangka binatang seperti kadal, kura-kura, dan gajah purba.

Saat ini, Liang Bua menjadi salah satu andalan destinasi wisata di Kabupaten Manggarai.

Untuk mencapai gua manusia purba ini, para pengunjung dapat memilih perjalanan udara dan menuju Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Dari Kota Ruteng, pengunjung selanjutnya dapat menyewa bus travel menuju Dusun Rampa Pasa, Lokasi Gua Liang Bua. Dari Kota Ruteng ke Liang Bua Jaraknya kurang lebih 14 kilometer.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mengunjungi pemukiman manusia zaman prasejarah ini?

Penulis: Juan Pesau

  • Bagikan