Buronan Kasus Korupsi Pengadaan Alkes di Manggarai Timur Ditangkap

  • Bagikan
Ilustrasi korupsi. (Foto: Tribunnews)

Ruteng, detakpasifik.com – Kejaksaan Negeri Manggarai menangkap Fransiscus Nangaroka yang telah buron sejak tahun 2017 silam.

Fransiscus Nangaroka merupakan terdakwa kasus pidana korupsi pengadaan barang habis pakai di Dinkes Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2013. Ia ditangkap di Kota Surabaya, Kamis (5/8/2021).

“Pada hari Kamis tanggal 05 Agustus 2021 telah dilakukan penangkapan terhadap terdakwa dr. Fransiscus Nangaroka sebagai buronan sejak tahun 2017,” kata Kejari Manggarai, Bayu Sugiri di Ruteng, Sabtu (7/8/2021).

Bayu mengatakan, terdakwa saat ini sudah ditahan di Rutan Kelas II B Kupang selama 30 hari ke depan terhitung sejak tanggal 06 Agustus 2021.

“Terdakwa langsung ditahan di Rutan Kelas II B Kupang selama 30 hari,” katanya.

Klik dan baca juga:  Jaksa Umumkan 2 Tersangka Korupsi Dana BOS Usai Geledah Kantor PPO Manggarai
Pihak Kejari Manggarai saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan Fransiscus Nangaroka. (Foto: Istimewa)

Ia menegaskan, penangkapan terhadap Fransiscus sekaligus menyakinkan kepada masyarakat bahwa semua orang sama di hadapan hukum. Pencarian terhadap Fransiscus dilakukan dengan mengerahkan kekuatan penuh oleh Kejaksaan Manggarai.

Fransiscus Nangaroka mengenakan rompi tahanan dengan tangan terikat. (Foto: Istimewa)

“Kami mau sampaikan kedudukan semua orang di hadapan hukum itu sama dan dalam perkara ini, kami kerahkan semua sumber daya, syukur alhamdulillah kami berhasil menangkap terdakwa dr. Fransiscus Nanga Roka,” ungkapnya.

Perjalanan Kasus Fransiscus Nangaroka

Pasifik merangkum perjalanan kasus Fransiscus Nangaroka seperti yang dibeberkan Kejari Manggarai.

  1. Terdakwa sudah ditetapkan DPO sejak tahun 2017 berdasarkan Surat Nomor R-02/P.3.17/Ft/01/2017 Jo Daftar Pencarian Orang Nomor DPO/02/1/2017/ SATRESKRIM.
  2. Terdakwa ditetapkan sebagai Tersangka Berdasarkan Surat Penetapan Tersangka/Pidsus-18 Nomor: B-01/P.3.17/Fd.1/01/2017 tanggal 06 Januari 2017 Jo. Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Nomor: Print-81/N.3.17/Fd.1/12/2020 tanggal 14 Desember 2020 atas nama tersangka dr. Fransiscus Nangaroka Jo. Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Nomor: Print-22/N.3.17/Fd.1/03/2021 tanggal 30 Maret 2021 atas nama tersangka dr. Fransiscus Nangaroka.
  3. Terdakwa sejak tahun 2017 melarikan diri sehingga Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Manggarai melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Tipikor Kelas 1 A Kupang secara inabsentia. Selanjutnya, untuk menjawab persepsi masyarakat bahwa Kejaksaan Negeri Manggarai tidak serius dalam menyelesaikan.
  4. Bahwa selanjutnya, pada hari ini Sabtu, 07 Agustus 2021, terdakwa dr. Fransiscus Nangaroka berdasarkan Surat Perintah Membawa Terdakwa Nomor: 85/N.3.17/Ft.2/08/2021 tanggal 05 Agustus 2021, JPU akan membawa terdakwa dr.Fransiscus Nangaroka ke Kota Kupang yang akan tiba sekitar pukul 12.30 Wita.
  5. Selanjutnya, terdakwa akan dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Pratama Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur.
  6. Terdakwa akan dilakukan penahanan berdasarkan penetapan penahanan Pengadilan Tipikor Kelas 1 A Kupang Nomor: 53/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Kpg tanggal 06 Agustus 2021 selama 30 hari ke depan terhitung sejak tanggal 06 Agustus 2021 di Rutan Kelas II B Kupang. Adapun dalam melaksanakan penahanan tersebut akan dibantu oleh pengawalan dari Denpom IX/1 Kupang beserta jajaran Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur.
Klik dan baca juga:  Jaksa Geledah Kantor Dinas Pendidikan Manggarai

Penulis: Heribertus Salus

Editor: Juan Pesau

  • Bagikan