UGM Masih Tetap Terdepan Versi QS WUR 2023

15716 730x420px
Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Foto/ugm.ac.id.

Kupang, detakpasifik.com – Ribuan universitas di dunia dan tanah air, saling tarung mutu. Tak dapat dipungkiri, kualitas universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia dilirik para calon mahasiswa yang hendak menempa dirinya di perguruan tinggi berkelas atas. Risiko yang dihadapi, biasanya, universitas berkelas atas menuntut para calon mahasiswa bermutu juga. Maka, banyak calon mahasiswa dari latar belakang sekolah bermutu pas-pasan sulit lolos tes.

Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, adalah salah satu universitas negeri di Indonesia dengan kategorisasi universitas berkelas atas di tanah air. UGM tetap bertengger terdepan sebagai perguruan tinggi bermutu baik di tanah air versi Lembaga Pemeringkatan Dunia Quacquarelli Symonds (QS WUR).

Belum lama ini, QS WUR mengeluarkan daftar universitas terbaik seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam daftar tersebut 16 universitas di Indonesia yang dianggap terbaik. Penilaian QS WUR 2023 dilakukan melalui enam kategori. Parameter tersebut adalah reputasi akademik, pegawai, sitasi per fakultas, rasio fakultas dan mahasiswa, serta mahasiswa dan fakultas internasional. Berikut pemeringkatan dilakukan terhadap 16 universitas terbaik di tanah air.

  1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Overall score: 40
Academic reputation: 49,1
Employer reputation: 55,1
Citations: 1,6
Faculty student ratio: 62,3
International student ratio: 2
International faculty ratio: 39,2.

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Overall score: 39,5
Academic reputation: 43,7
Employer reputation: 54,3
Citations: 2,3
Faculty student ratio: 62,2
International student ratio: 3,1
International faculty ratio: 66,6.

  1. Universitas Indonesia (UI)

Overall score: 38,7
Academic reputation: 47,5
Employer reputation: 62,4
Citations: 1,9
Faculty student ratio: 44,9
International student ratio: 4,7
International faculty ratio: 72,7.

  1. Universitas Airlangga (Unair)
Klik dan baca juga:  Komunitas Manggarai di Kupang Menyambut Dua Perempuan Bergelar Prestisius

Overall score: 29,9
Academic reputation: 30,8
Employer reputation: 60,9
Citations: 1,3
Faculty student ratio: 48,3
International student ratio: 3
International faculty ratio: 26.

  1. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Overall score: 26,2
Academic reputation: 19,6
Employer reputation: 28,5
Citations: 1,7
Faculty student ratio: 60,7
International student ratio: 3,3
International faculty ratio: 54,6.

  1. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Academic reputation: 13
Employer reputation: 30,3
Citations: 1,8
Faculty student ratio: 30,3
International student ratio: 2,9
International faculty ratio: 60.

  1. Universitas Padjajaran (Unpad)

Academic reputation: 13
Employer reputation: 30,3
Citations: 1,8
Faculty student ratio: 30,7
International student ratio: 2,9
International faculty ratio: 60.

  1. Universitas Diponegoro (Undip)

Academic reputation: 15
Employer reputation: 24,2
Citations: 1,4
Faculty student ratio: 13,1
International student ratio: 2,6
International faculty ratio: 21,1.

  1. Universitas Brawijaya (UB)

Academic reputation: 15
Employer reputation: 24,5
Citations: 1,3
Faculty student ratio: 9,9
International student ratio: 1,6
International faculty ratio: 5,8.

10. Bina Nusantara University

Academic reputation: 9,2
Employer reputation: 11,8
Citations: 1,7
Faculty student ratio: 22,2
International student ratio: 4,3
International faculty ratio: 17,5.

  1. Telkom University

Academic reputation: 5,7
Employer reputation: 7,6
Citations: 1,4
Faculty student ratio: 25,2
International student ratio: 2,4
International faculty ratio: 15,4.

  1. Universitas Hasanudin (Unhas)

Academic reputation: 10,3
Employer reputation: 7
Citations: 1,4
Faculty student ratio: 12,5
International student ratio: 2,5
International faculty ratio: 5,6.

  1. Universitas Sebelas Maret (UNS)

Academic reputation: 8,8
Employer reputation: 7,2
Citations: 1,5
Faculty student ratio: 12,4
International student ratio: 1,9
International faculty ratio: 11,6.

  1. Universitas Andalas

Academic reputation: 5,3
Employer reputation: 3,1
Citations: 1,3
Faculty student ratio: 5,7
International student ratio: 1,1
International faculty ratio: 1,2.

  1. Universitas Muhammadiyah Surakarta
Klik dan baca juga:  Kesehatan Mental Remaja Generasi Gawai

Academic reputation: 4
Employer reputation: 1,9
Citations: 1,1
Faculty student ratio: 7,1
International student ratio: 1,1
International faculty ratio: 4,8.

  1. Universitas Sumatera Utara (USU)

Academic reputation: 5,9
Employer reputation: 3,9
Citations: 1,3
Faculty student ratio: 17,9
International student ratio: 2,4
International faculty ratio: 5,2.

Indonesia Timur belum masuk

Dari 16 universitas terbaik di Indonesia versi QS WUR, tampak hanya ada 3 universitas swasta, sisanya universitas negeri. Sedangkan beberapa universitas negeri dan swasta lain di Indonesia dan terutama kawasan timur Indonesia, tampak belum masuk dalam ranking 20 besar atau 30 besar.

Seorang sahabat dosen yang dimintai tanggapannya menyebutkan, problem utama di universitas atau perguruan tinggi di kawasan kita di Indonesia timur ialah karena riset kita masih lemah, tambahan lagi kurangnya tulisan di jurnal berskala internasional yang bermutu. Karena itulah, banyak perguruan tinggi kita tidak masuk dalam hitungan lembaga-lembaga pemeringkatan seperti QS WUR itu.

Disarankannya, agar para dosen bergelar doktor dan guru besar perlu didorong maksimal untuk terus melakukan riset dan menulis di berbagai jurnal internasional bermutu.

Mengutip diskusi jurnalis detakpasifik.com dengan dosen Fisipol UGM, Fransiskus Agustinus Jalong yang kerap disapa Vicky Jalong, dan dua mahasiswa S2 Fisipol UGM, tiga pekan silam, di pelataran Wisma MM UGM, bahwa penulisan di jurnal termasuk salah satu cara terbaik untuk menaikkan pemeringkatan perguruan tinggi.

vicky jalong
Fransiskus Agustinus Jalong. (Foto: dokpri).

UGM, menurut Vicky, telah mewajibkan para mahasiswanya, S1, S2, apalagi S3, untuk membaca jurnal-jurnal bermutu internasional sekaligus belajar menulis hasil kajiannya di jurnal-jurnal tersebut. Kewajiban itu sebagai cara UGM mentradisikan para mahasiswa untuk membuat tulisan berskala internasional.

Klik dan baca juga:  KAGAMA NTT Harus Berperan Aktif dalam Pembangunan di NTT

Karena itu, para dosen wajib membimbing dan menuntun para mahasiswanya sejak S1 dan S2 untuk mengakrabkan diri dengan bacaan berkelas internasional dan membiasakan diri melakukan riset-riset yang dapat diakses.

Hasil-hasil riset itu ditulis kembali dalam selera bahasa jurnal. Akibatnya, selain mentradisikan para mahasiswa dan dosen menulis ilmiah berskala internasional, tetapi juga para mahasiswa dan dosen belajar menguasai bahasa Inggris yang bermutu ilmiah.

Menurut Vicky, dari pengamatannya sesungguhnya banyak mahasiswa dan dosen di NTT yang cerdas dan terampil menulis. Tetapi, kecerdasan dasar dan keterampilan menulis itu kerap kali tidak didukung oleh lingkungan akademis yang sehat.

Banyak intelektual masih terjebak dan memposisikan dirinya dalam sekat-sekat non-akademis, yang mengakibatkan mereka malas akademis, meski muatan dasarnya cerdas dan terampil.

Akibatnya, para sahabat intelektual itu sibuk urus rumah tangga sendiri dan menjalankan kegiatan mengajar, tetapi lemah di riset dan penulisan di jurnal internasional. Untuk itu diperlukan suasana. Dukungan berbagai pihak pun sangat penting, terutama pemerintah.

Pemerintah mendorong kampus untuk melakukan riset dan menjadikan hasil riset mereka sebagai rujukan konstruksi pembangunan di daerah. Dengan kata lain, pembangunan harus berbasis riset.

 

(dp/pr)

Facebook Comments Box