Siapkan Perawat yang Miliki Keterampilan dan Kompetensi, STIKes Maranatha Kupang Adakan Pelatihan

ners1
Foto: Pembukaan kegiatan BTCLS dan Perkesmas di STIKes Maranatha Kupang, Senin, (24/5/2021).

Kupang, detakpasifik.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Maranatha Kupang, kembali menggelar pelatihan bagi mahasiswa profesi ners yang akan selesai masa studinya. Dua pelatihan yang dilakukan, yaitu Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Kegiatan ini dilakukan di Kampus STIKes Maranatha Kupang, Senin, 24 Mei hingga 29 Mei 2021.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua DPW PPNI NTT, Aemelianus Mau, S.Kep., Ns., M.Kep. Dalam sambutannya, Aemelianus mengatakan, kegiatan pelatihan ini sangat bagus dan berguna untuk menambah pengetahuan dan keterampilan calon perawat, sehingga menjadi perawat kompeten dan semakin percaya diri.

“Adik-adik sudah setengahnya menjadi perawat. Akan menjadi perawat dengan jenjang profesi. Sekarang sudah ada standar. Ada juga level kompetensinya. Nah, kalau sudah selesai pendidikan profesi ners, ada standar, adik-adik punya kewenangan atau apa yang dilakukan. Misalnya, menolong orang dengan keadaan gawat. Dengan kompetensi yang dimiliki, sertifikat yang dimiliki, maka bisa kita tolong. Oleh karena itu, ikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik. Organisasi profesi perawat selalu siap mendukung perawat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Aemelianus dalam keterangan kepada detakpasifik.com, Senin (24/5/2021).

Klik dan baca juga:  STIKes Maranatha Kupang Bersama PPNI NTT Lakukan Pengabdian Masyarakat

Ketua STIKes Maranatha Kupang, Stefanus Mendes Kiik, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom dalam sambutan menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi calon perawat.

“User atau pengguna sangat membutuhkan orang yang kompeten. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa, 40 persen mahasiswa tidak percaya diri. Namun setelah ada pelatihan, 90 persen mahasiswa percaya diri dan siap untuk bekerja. Harapannya para fasilitator pelatihan memberikan yang terbaik, sehingga calon perawat ini menjadi percaya diri dan kompeten saat melayani atau bekerja,” kata Stefanus.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina STIKes Maranatha Kupang, Drs Samuel Sellan dalam kesempatan itu mengatakan, STIKes Maranatha harus menggali lagi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelatihan tidak hanya BTCLS dan Perkesmas, tapi banyak juga pelatihan lain, sesuai kebutuhan masyarakat, karena sasaran pelayanan adalah masyarakat.

Klik dan baca juga:  STIKes Maranatha Kupang Bersama PPNI NTT Lakukan Pengabdian Masyarakat
ners2
Pembawaan materi saat pelatihan. Foto/r.

Ada dua pelatihan yang dilakukan, “Ada BCTLS dan Perkesmas. Kita bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) dan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI). Pemateri atau pemberi pelatihan adalah anggota dari pada kedua komunitas tersebut yang merupakan wadah dibawah naungan PPNI. Harapannya dapat meningkatkan kompetensi calon perawat,” ujar Servasius Banin, S.Kep., Ns., M.Kep yang merupakan ketua panitia kegiatan.

Kegiatan tahunan

Kegiatan pelatihan ini rutin dilakukan oleh STIKes Maranatha Kupang. Kaprodi Ners STIKes Maranatha, Ni Made Merlin, S.Kep., Ns., M.Kep mengatakan kegiatan ini selalu dilakukan setiap tahun di STIKes Maranatha Kupang dalam upaya meningkatkan ilmu pengetahuan, skill atau keterampilan dari calon-calon perawat di masa mendatang.

Klik dan baca juga:  STIKes Maranatha Kupang Bersama PPNI NTT Lakukan Pengabdian Masyarakat

BTCLS merupakan pelatihan yang bertujuan untuk menangani masalah kegawatdaruratan. Sementara Perkesmas merupakan pelatihan kesiapan calon perawat di puskesmas, dan menjadi salah satu upaya puskesmas yang mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan memadukan ilmu atau praktik keperawatan dengan kesehatan masyarakat lewat dukungan peran serta aktif masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini dosen-dosen STIKes Maranatha Kupang, perwakilan dari PPNI, anggota HIPGABI dan IPKKI.

Rangkaian kegiatan ini pun dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

 

(dp)

Facebook Comments Box