Pendidikan Life Skill Melalui Kegiatan Pembelajaran Membatik

Dok. Tri Widodo.

Melalui membatik kita dapat menanamkan nilai-nilai budaya.

Oleh Tri Widodo, Mahasiswa Prodi Magister Administrasi Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Pendidikan kecakapan hidup (life skill) merupakan salah satu program pendidikan yang memiliki peran penting dalam rangka membekali warga belajar agar dapat hidup secara mandiri melalui keterampilan yang mereka miliki. Melalui pendidikan kecakapan hidup (life skill) memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif.

Tidak semua siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Atau dapat dikatakan bahwa tidak semua lulusan perguruan tinggi akan bekerja sebagai ASN. Untuk itu pendidikan life skill sangat penting sebagai bekal bagi mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Melalui dasar pemikiran inilah maka kami melaksanakan pelatihan membatik tulis bagi anak-anak. Proses kegiatan membatik ini tidak hanya memberikan mereka bekal keterampilan tetapi juga membentuk karakter anak. Karakter yang terbentuk melalui kegiatan membatik antara lain mandiri, tekun, bekerja sama, dan masih banyak lagi. Karakter ini dapat terbentuk karena dalam proses membatik memerlukan waktu yang lama dan ketekunan serta kerja sama yang baik.

Klik dan baca juga:  Dimensi Perenialisme dalam Pendidikan

Tahapan-tahapan membatik yang mereka lakukan sebagai berikut:

  1. Proses Menggambar Pola

Proses membuat pola disebut juga nyorek adalah proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau biasa disebut dengan ngeblat.

Proses membuat pola adalah menggambar di atas kain putih, yang dapat dilakukan dengan cara menjiplak atau menggambar secara langsung dengan menggunakan pensil. Menggambar pola ini mereka lakukan di atas kain putih sepanjang 2,5 meter sampai dengan 3 meter. Pola yang digambar dapat bermacam-macam antara lain bunga, daun, burung ataupun pola-pola tertentu.

  1. Proses Mencanting

Setelah kain selesai digambar pola maka langkah selanjutnya adalah mencanting. Mencanting adalah proses menorehkan malam batik ke kain putih yang telah selesai digambar. Dimulai dengan nglowong (menggambar garis luar pola dan isen-isen).

Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek yaitu membuat isian di dalam pola yang sudah dibuat, misalnya titik-titik. Lalu dilanjutkan dengan nembok (mengeblok bagian pola yang tidak akan diwarnai atau akan diwarnai dengan warna yang lain).

  1. Proses Mewarnai
Klik dan baca juga:  Pentingnya Pendidikan Karakter Kristen di Era Modernisasi

Proses mewarnai dilakukan setelah kain selesai dicanting. Proses pewarnaan batik tulis ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Contohnya mencolet (menggunakan kuas untuk mewarnai pola batik), atau celup (kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna).

Dalam pewarnaan kain yang sudah dicanting terlebih dahulu ditentukan warna-warna yang akan digunakan. Jika akan membuat batik dua warna maka hal yang dilakukan adalah menutup semua pola yang sudah dicanting dengan malam (nembok) kemudian kain akan diwarnai dengan cara dicelup atau dikuas.

Tetapi jika akan dilakukan pewarnaan yang berbagai macam sesuai dengan motif yang berbeda maka langkah yang diambil adalah menorehkan warna di setiap pola dengan cara mencolet dengan menggunakan kuas. Proses pewarnaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan ketelitian sehingga warna tidak keluar dari pola yang sudah ada, karena semakin teliti proses pengerjaan dalam pewarnaan maka hasilnya pun akan semakin baik.

  1. Proses Fiksasi
Klik dan baca juga:  Perspektif Eksistensialisme dalam Pendidikan

Fiksasi adalah proses penguncian warna pada kain batik agar warna yang telah diberikan pada kain tidak mudah luntur. Proses fiksasi ini dapat dilakukan dengan teknik mencolet atau dengan celup. Bahan yang digunakan untuk fiksasi ini bermacam-macam tergantung dari jenis pewarna yang digunakan.

  1. Proses Pelorotan

Pelorotan adalah proses melepaskan malam dengan memasukkan kain ke dalam air mendidih yang sudah dicampuri bahan untuk mempermudah lepasnya lilin. Kemudian dibilas dengan air bersih dan dikeringkan.

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan dan dilestarikan. Corak atau motif batik memiliki keunikan yang berbeda-beda yang biasanya mencirikan daerah di mana batik itu dibuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui membatik kita dapat menanamkan nilai-nilai budaya. Melalui artikel ini kiranya batik semakin dicintai dan dilestarikan.

Facebook Comments Box