Pembantaian Ukraina dan Duka Manusia

Ilustrasi Pixabay

Sejarah Ukraina adalah kisah kompleks yang mencerminkan dinamika geopolitik dan kebudayaan yang melibatkan banyak aktor berbeda selama berabad-abad.

Catatan Pius Rengka

Kota Volnovakha, Ukraina Timur, jadi saksi bisu. Sedikitnya, sembilan anggota keluarga, dua di antaranya anak-anak tak berdosa, dibantai tentara Rusia.

Di musim hujan yang penuh onak duka lara itu, bagai tangisan tak berkesudahan, sembilan nyawa melayang entah demi apa. Mereka mati di moncong senjata tentara Rusia.

Sebagaimana dilaporkan CNN, Senin 30 Oktober silam, tentara Rusia menguasai sebuah rumah. Penguhuninya 9 orang. Mereka diusir paksa. Tetapi, seperti umumnya pemilik rumah, mereka toh mesti melawan karena hak. Lalu, berondongan peluru yang dilontarkan dari senjata laras panjang, menembak membabi buta mereka sampai tuntas. Para penyerang, awalnya mengancam keluarga itu dengan kekerasan fisik. Setelah menembak, mereka kabur meninggalkan puing mayat di belakang di tengah kegelapan malam.

Pembunuhan ini jelas memicu kemarahan di Ukraina. Pemerintah Ukraina menuduh keluarga tersebut dibunuh pasukan pendudukan Rusia. Tetapi, Rusia melindungi diri dengan mengatakan, dua tentaranya telah ditahan lantaran peristiwa itu.

Dan, katanya lagi, peristiwa itu semata-mata dipicu oleh konflik internal dalam keluarga, bukan bagian dari aksi perang Ukraina versus Rusia. Meski berkilah demikian, tetapi toh banyak orang tahu. Perang sengit sedang berlangsung di Ukraina Timur di tengah badai hujan dan banjir darah. Menyusul peristiwa itu, banyak rawa menggenang di sana, dan diperkirakan perang memasuki fase baru.

Sekadar menengok sejarah

Sejarah Ukraina kaya dan kompleks. Melibatkan pengaruh dari berbagai budaya dan tumpukan peristiwa sepanjang berabad-abad. Wilayah Ukraina, yang telah mengandung tua sejarah amat panjang itu, juga menyimpan beberapa peradaban kuno, termasuk keberadaan suku-suku Slavia Timur. Pada abad ke-9 hingga ke-13, wilayah ini terlibat dalam Keharyapatihan Kyivan Rus, yang mencakup bagian-bagian dari Ukraina, Rusia, dan Belarus modern.

Klik dan baca juga:  Agus Supratman, Camat Penggerak TJPS di Lamba Leda Flores

Namun, pada abad ke-14 dan ke-15, Ukraina mengalami periode didominasi oleh bangsa Mongol, Lithuania, dan Polandia. Seiring detak berjalannya waktu, beberapa bagian Ukraina menjadi bagian dari Keharyapatihan Polandia-Lithuania.

Lalu, abad ke-17 adalah periode penting ketika muncul kelompok militer semi-independen yang dikenal sebagai Kozak. Perebutan kekuasaan antara Polandia, Kesultanan Utsmaniyah, dan Rusia memainkan peran penting dalam sejarah Ukraina selama periode ini.

Pada akhir abad ke-18, bagian-bagian Ukraina terbagi antara Kekaisaran Rusia, Austria, dan Polandia. Bagian barat daya Ukraina menjadi bagian dari Kekaisaran Austria, sedangkan bagian tenggara dan timur menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia.

Usai Perang Dunia I, Ukraina menyatakan kemerdekaan. Tetapi, upaya tersebut dihadapi dengan tekanan dari negara-negara tetangga. Pada tahun 1922, Ukraina menjadi salah satu republik pendiri Uni Soviet setelah Revolusi Bolshevik.

Era Uni Soviet

Ukraina mengalami berbagai peristiwa selama masa Uni Soviet, termasuk kelaparan Holodomor pada 1930-an yang disebabkan oleh kebijakan kolektivisasi pertanian. Selama Perang Dunia II, Ukraina menjadi tempat pertempuran sengit dan menderita kerugian besar.

Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 (runtuhnya sejarah komunisme di wilayah itu setelah 75 tahun berkuasa), Ukraina memproklamasikan kemerdekaannya. Sejak itulah, Ukraina menghadapi sejumlah tantangan politik, ekonomi, dan konflik regional, termasuk ketegangan dengan Rusia.

Krisis awal yang segera menyembul menyusul konflik regional, ialah krisis Krim dan konflik Timur Ukraina. Tahun 2014, krisis Krim terjadi. Rusia menyerap wilayah Krim dari Ukraina. Konflik di wilayah timur Ukraina, terutama di Donbas, antara Pemerintah Ukraina dan kelompok separatis yang didukung oleh Rusia, juga memunculkan ketegangan politik.

Klik dan baca juga:  Desa Binaan Bank NTT Compang Ndejing Sentra Jagung Manggarai Timur

Sejarah Ukraina adalah kisah kompleks yang mencerminkan dinamika geopolitik dan kebudayaan yang melibatkan banyak aktor berbeda selama berabad-abad.

Catatan lainnya:

Membaca Ulang Gibran Melalui Refleksi Paul Ricoeur

Akankah Relasi Israel Hamas Kian Panas Mencapai Kulminasi Merisaukan?

Patut dicatat dalam sanubari sejarah dan relung renung humanisme modern bahwa informasi terkini terkait Ukraina bisa saja berubah-ubah. Tetapi, sebagaimana diketahui dunia, Presiden Ukraina adalah Volodymyr Zelensky. Ia adalah seorang aktor dan komedian Ukraina yang terpilih sebagai presiden pada April 2019.

Pada awal pemerintahannya, Zelensky menyuarakan beberapa opsi utama pembangunan dan reformasi. Beberapa poin yang menjadi fokusnya melibatkan sejumlah isu krusial. Zelensky berjanji untuk melawan korupsi yang telah lama menjadi masalah di Ukraina. Hal persis sama dengan kasus Indonesia, sebagai sarang nyaman para koruptor.

Upaya pemberantasan korupsi termasuk reformasi sistem peradilan dan lembaga-lembaga penegak hukum. Zelensky menyuarakan niat untuk melakukan reformasi konstitusional untuk memberikan lebih banyak kekuasaan kepada parlemen dan mendelegasikan lebih banyak kewenangan ke tingkat pemerintah lokal.

Tak hanya itu, dia juga berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki iklim investasi di Ukraina. Program ekonomi yang inklusif dan kebijakan yang mendukung sektor-sektor kunci ekonomi menjadi perhatian.

Kecuali itu, Pemerintahan Zelensky berkomitmen melakukan reformasi hukum yang melibatkan perubahan dalam sistem peradilan dan penegakan hukum. Sedangkan Ukraina berada dalam posisi yang rumit di arena internasional, terutama dalam konteks konflik dengan Rusia. Pemerintahan Zelensky mengejar kebijakan luar negeri yang berupaya untuk mengatasi konflik di wilayah Donbas dan mempertahankan kedaulatan Ukraina.

Namun, penting untuk dicatat bahwa implementasi rencana dan prioritas politik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk situasi politik dan keamanan di dalam dan di sekitar Ukraina. Jika Anda mencari informasi terbaru, disarankan untuk memeriksa sumber berita terpercaya atau situs web resmi Pemerintah Ukraina.

Klik dan baca juga:  Tahun 2022, Tahun Padat Politik

Sejak perang Rusia dan Ukraina berkecamuk, di wilayah lain di Timur Tengah konflik bersenjata kian mendidih antara Israel dan Hamas menyusul peristiwa 7 Oktober 2023 silam. Tetapi, situasi geopolitik dan konflik di Ukraina dapat berubah dengan cepat.

Konflik bersenjata sedang berlangsung di Ukraina Timur, terutama di wilayah Donbas, antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang diduga memiliki dukungan dari Rusia. Tetapi, sejatinya, krisis di Ukraina dimulai pada tahun 2014 setelah aneksasi Crimea oleh Rusia.

Kemudian, ketegangan terus meningkat di wilayah Donbas, dan terjadi pertempuran antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang menyatakan kemandiriannya di Donetsk dan Luhansk. Pihak Barat dan sejumlah organisasi internasional menuduh Rusia mendukung kelompok separatis dengan menyediakan dukungan militer dan persenjataan.

Pertemuan tingkat tinggi dan perundingan damai telah diadakan untuk mencari solusi diplomatik untuk konflik ini, tetapi situasinya tetap kompleks. Untuk pembaruan kondisi perang antara Ukraina dan Rusia, rasanya perang belum menunjukkan tanda-tanda bakal selesai, sementara di wilayah Timur Tengah Israel dan Hamas terus mengganas, hingga bergetar ke seluruh jazirah Arab.

Yang telah pasti ialah konflik terus berlanjut, sebuah keluarga telah tewas mengenaskan. Dan, Kota Volnovakha, Ukraina Timur, jadi saksi bisu. Ukraina terluka, duka manusia tetap terbuka.

 

Facebook Comments Box