Ekbis  

Menjelang Kedatangan Presiden Jokowi, Labuan Bajo Kekurangan Kendaraan

tiba di manggarai
Presiden Joko Widodo, Iriana Jokowi dan Viktor B Laiskodat tengah menerima tuak kapu saat tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat beberapa waktu lalu. Foto/Seskab.

Labuan Bajo, detakpasifik.com Menjelang kedatangan Presiden Jokowi, Kamis (14/10/2021), Kota Labuan Bajo sejak 10 Oktober silam telah mengalami kekurangan kendaraan.

Presiden Jokowi berkunjung ke Labuan Bajo untuk meresmikan pengoperasian Pelabuhan Multi Fungsi Wae Kelambu, pelabuhan penumpang di dekat Kampung Ujung, dan dimulainya penggunaan fasilitas wisata di Batu Cermin dan pembaruan nama hotel milik BUMN, Inaya. Sementara mobil RI 1 telah tiba di Labuan Bajo menumpang pesawat Hercules.

Informasi yang diperoleh detakpasifik.com sepekan belakangan menyebutkan, banyak tamu yang berdatangan membutuhkan jenis kendaraan Innova reborn dan Fortuner VRZ untuk kepentingan mobilisasi mereka di dalam kota dan luar kota.

Kondisi ini seiring dengan kian membanjirnya wisatawan yang datang ke Labuan Bajo sejak dua pekan belakangan. Pantauan detakpasifik.com memperlihatkan arus wisatawan yang masuk ke Labuan Bajo kian membanjir menyusul meningkatnya penerbangan penumpang Denpasar-Labuan Bajo, Surabaya-Labuan Bajo dan Jakarta-Labuan Bajo pp.

Sedikitnya delapan penerbangan kini telah meramaikan kembali situasi bandara Komodo di Labuan Bajo. Tampak banyak mobil antar jemput keluar masuk ke arena terminal bandara itu.

Menurut Ans Kila, sopir Innova reborn, persediaan kendaraan yang sesuai dengan permintaan para wisatawan di Kota Labuan Bajo terbukti tidak mencukupi, sehingga kendaraan jenis Innova reborn dan Fortuner VRZ terpaksa disuplai dan didatangkan dari Bajawa dan Ende. Ans memastikan, 50 mobil Innova reborn dan Fortuner VRZ didatangkan dari Bajawa dan Ende untuk memenuhi permintaan dan melayani kebutuhan mobilitas para wisatawan yang kian hari mengalir masuk ke Kota Labuan Bajo.

Sementara diakui Ans Kila, pemuda asal Nagekeo ini, persediaan kendaraan di Labuan Bajo untuk jenis yang diminta para wisatawan, sungguh sangat tidak mencukupi. Mobil jenis yang diminta tersedia hanya 40 unit. Itulah sebabnya suplai kendaraan dari Bajawa dan Ende sangat diperlukan untuk memenuhi permintaan para wisatawan.

Klik dan baca juga:  Menteri Erick Thohir dan Gubernur NTT Berkomitmen Membangun Labuan Bajo

Sedangkan mobil jenis Avansa dan Rush, kurang diminati para wisatawan. Umumnya wisatawan yang datang menjelang kunjungan presiden, selain para pejabat negara, tetapi juga wisatawan berduit. Hal itu tampak dari penampilan mereka dan isi obrolan para wisatawan itu.

Bahkan, Selasa (12/10/2021) Menteri BUMN Eric Thohir akan berkunjung ke Labuan Bajo terkait dengan kunjungan Presiden Jokowi. Menurut Ans Killa, rerata biaya sewa pemakaian mobil untuk jenis Innova dan Fortuner adalah Rp600.000 per hari untuk kepentingan pelayanan dalam kota, tetapi untuk kepentingan keluar kota dipatok dengan harga Rp1 juta per hari.

Occupation Rate Hotel Naik

Gejala ini seiring dengan naiknya occupation rate (tingkat hunian) untuk hotel-hotel di Labuan Bajo. The Owner Hotel Local Collection, Diman, PhD, misalnya, menyebutkan hotel miliknya kini telah dioperasikan sementara, meski secara resmi belum ada grand opening.

Tetapi permintaan nginap para wisatawan itu terlalu tinggi. Itulah alasannya, pihaknya menjual saja kamar tersedia, karena permintaan tamu cukup banyak. “Kasihan juga jika tidak diberi kamar,” ujar pria 50-an tahun ini.

Rencananya, awal November 2021 ini pihaknya akan menggelar grand opening untuk menandakan Hotel Local Collection yang terletak di tebing tepi jalan menuju arah Hotel Ayana itu mulai beroperasi. Pihaknya mematok harga jual per kamar termurah Rp1.200.000 per hari.

Sedangkan hotel Ayana, salah satu hotel bertaraf internasional di Labuan Bajo, selalu tampak penuh. Banyak wisatawan dari Bali dan Jawa (Surabaya, Jakarta) memilih menginap di Hotel Ayana dan beberapa hotel lainnya di seputaran Kota Labuan Bajo. Pemandangan serupa tampak di Hotel Kalton, di Pede, Labun Bajo.

whatsapp image 2021 10 12 at 10.30.33 (1)
Silvester Malut. Pria kelahiran Rahong Utara yang bekerja sebagai sopir taksi di Labuan Bajo.

Silvester Malut (35), ayah tiga anak ini, yang juga adalah salah satu sopir taksi di Labuan Bajo, membenarkan membludaknya arus wisatawan berkunjung ke Labun Bajo tiga pekan belakangan.

Klik dan baca juga:  Polres Mabar Didesak Tindak Tegas Provokator

Menurut Sil, demikian dia biasa disapa, dirinya sangat senang dengan kembali pulihnya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, karena dengan keadaan itu dirinya dapat kembali sibuk seperti sediakala. Pria kelahiran Rahong Utara ini menyebutkan, sejak dua pekan lalu dirinya sudah mulai rutin mengantar wisatawan yang menggunakan jasanya.

Selain itu, ujar Sil, kuliner spesial ikan di Kampung Ujung kini mulai rame dikunjungi para tamu. “Saya lihat banyak sekali orang datang ke rumah makan di Kampung Ujung. Saya sering mengantar tamu ke sana. Kini rumah makan mulai bergeliat dan hidup kembali,” kata ayah tiga anak ini.

Dia menambahkan, dua minggu belakangan sedikitnya ada delapan kali penerbangan keluar masuk Bandara Komodo. Ada pesawat jenis boeing berbadan lebar, ada juga pesawat ATR yang berpenumpang 45 orang bahkan ada pesawat privat jet milik para investor yang berniat menanamkan modal usahanya di Labuan Bajo.

Karena itu, pihaknya sangat berterima kasih dengan keadaan ini, sebab dengan pulihnya kondisi pariwisata Labuan Bajo, maka hal itu berarti para sopir taksi hidup lagi, setelah dua tahun belakangan dihajar keadaan yang sangat menyulitkan.

Hal serupa diakui Villa Lamsi (30). Villa, perempuan manis kelahiran Tebet, Manggarai Timur, beranak satu itu, menyebutkan pihaknya senang dengan pulihnya keadaan karena tempatnya bekerja sebagai receptionis dan marketing Hotel Kalton, Pede, kini mulai ramai dikunjungi para tamu yang menginap.

whatsapp image 2021 10 12 at 10.30.33
Villa Lamsi.

Akibatnya occupation rate untuk hotel tempatnya bekerja sudah sedikitnya 30 persen berjalan. Menurut Villa, Hotel Kalton, tempat dia bekerja, capaian hunian sudah 15 dari 24 kamar tersedia. Padahal, sejak awal pandemi Covid-19, Hotel Kalton pernah ditutup sementara untuk waktu yang tidak ditentukan.

Dia berharap, pandemi Covid-19 terus turun tajam, agar hunian hotel di tempatnya bekerja mulai terisi sebagaimana keadaan sebelum pandemic Covid-19. Sebelum pandemi, kata Villa, umumnya tamu Hotel Kalton berasal dari Italia, Amerika dan tamu domestik dari Kupang, Bali, Jakarta, Surabaya, dan dari daratan Flores. Hal itu mungkin terjadi karena hotelnya bersih dan harga terjangkau, karena rerata kamar dijual Rp350.000 per hari.

Klik dan baca juga:  Sambut Kedatangan Jokowi di Lembata, Masyarakat Membludak di Jalan

Paradise Meluber

Pantauan detakpasifik.com tampak Café Paradise yang terletak di bukit di Labun Bajo meluber dengan sedikitnya 100 anak muda yang datang menyanyi dan menari sambil menenggak bir. Ruangan arena tarian 7 x 9 meter itu penuh sesak.

Terlebih malam Minggu, para anak muda tumpah ruah ke situ untuk melepaskan tekanan selama mereka terkurung oleh kondisi pandemi Covid-19. Asap rokok mengepul, bau minuman merebak, musik menggetar memekak, dan para anak muda ini menari bergoyang sembari ada di antaranya yang mencium dahi pemudi pujaannya. Tampaknya, Labuan Bajo, telah bangkit dari keterpurukan dua tahun belakangan menyusul prahara Covid-19.

Para pemuda masuk ke arena tarian, bergoyang berjoget, memelintir tubuh meliuk pinggang dan memeluk kekasihnya, tanpa menggunakan alat pelindung diri yang diwajibkan protokol kesehatan.

Tetapi, pemuda yang ditemui detakpasifik.com menyebutkan, umumnya para wisatawan dan muda-mudi telah menerima dua sampai tiga kali suntikan vaksin sehingga masuk akal jika kaumnya datang ke Paradise karena telah memastikan diri bebas dari Covid.

Apalagi, ujarnya, PPKM, telah terus turun. Seiring dengan itu arus wisatawan ke Labuan Bajo telah mulai mengalir deras dua pekan belakangan. (dp/pr)

Facebook Comments Box