Masyarakat di Pongmeleng Bentuk Komunitas Peduli Disabilitas, Kelompok Rentan dan Perempuan

img 20220930 wa0008
Hadir kelompok masyarakat sasaran: penyandang disabilitas, kelompok rentan dan perempuan.

Kupang, detakpasifik.com – Komunitas peduli disabilitas, kelompok rentan dan perempuan di desa persiapan Pongmeleng, Kecamatan Satarmese, Manggarai dibentuk, Jumat (30/9/2022). Langkah ini ditempuh demi pemenuhan hak-hak warga negara bagi mereka yang rentan akibat faktor sosial dan yang berkebutuhan khusus.

“Komunitas peduli disabilitas, kelompok rentan dan perempuan adalah sebuah komunitas yang berkedudukan di desa persiapan Pongmeleng,” kata Koordinator Peduli Disabilitas, Kelompok Rentan dan Perempuan Pongmeleng, Fransiskus Xaverius Ndorang.

Menurut Hans, begitu ia disapa, komunitas ini bertugas memfasilitasi teman-teman penyandang disabilitas untuk menyuarakan hak-haknya. Terutama dalam kehidupan bermasyarakat.

Klik dan baca juga:  Perempuan Berperan Signifikan dalam Urusan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga

”Kalau selama ini kita selalu menstigmakan teman-teman disabilitas sebagai kelompok tak berdaya. Sebetulnya tidak. Kita mempunyai keunikan masing-masing sebagai makhluk ciptaan Tuhan,” ujar aktivis PMKRI Cabang Kupang itu dalam keterangannya. Kata dia, “yang dibutuhkan adalah ruang bagi mereka untuk berdaya dan berkreasi.”

Sebastian Hanu, koordinator lapangan Yayasan Karya Murni Ruteng mengatakan dirinya dan yayasan sangat mendukung kehadiran kelompok peduli disabilitas dan kelompok rentan di desa persiapan Pongmeleng. Hal itu kata dia untuk pemenuhan hak-hak disabilitas di desa.

Klik dan baca juga:  Keluarga dan Penyandang Disabilitas Diajar untuk Melek Keuangan

Sebastian berharap desa persiapan Pongmeleng ke depan menjadi desa yang inklusif terhadap kelompok disabilitas, kelompok rentan dan lainnya.

”Sebagai mitra kami siap membantu dan mendukung beberapa program untuk pemberdayaan disabilitas,” katanya.

Hendrikus Haman, perwakilan tokoh masyarakat desa persiapan Pongmeleng menyampaikan proficiat kepada komunitas yang dibentuk itu.

Dia berharap ke depan komunitas ini tidak hanya sebatas nama, tetapi menyusun rencana atau agenda kerja komunitas itu ke depannya.

Klik dan baca juga:  Provinsi NTT Tak Lama Lagi Bersaing dengan Provinsi Lain

”Sekiranya komunitas peduli bisa memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas yang belum terpenuhi oleh pemerintah dan menjadi tombak terdepan untuk memperjuangkan hak penyandang disabilitas,” kata Kepala Sekolah SMP SATAP Pongmeleng Rikardus Arifin Tambe yang hadir dalam pembentukan komunitas tersebut.

(dp)

Facebook Comments Box