Flory Mekeng Kabari Keluarga Akan Maju di Pilkada Sikka 2024

screenshot (62)
Flory Mekeng.

Tentu saja, tensi politik di Sikka akan meningkat seiring dengan dinamika pergerakan waktu politik. Langkah-langkah politik dikalkulasi dan didiskusikan di hampir semua tempat di mana orang berkumpul.

detakpasifik.comMeski pemilihan langsung bupati di tanah air akan digelar November 2024, pria kelahiran kampung Sikka, Kabupaten Maumere, Flory Mekeng, Kamis 7 Oktober 2021 silam telah mengabari keluarganya bahwa dirinya akan maju dalam kompetisi Pilkada Sikka.

Dalam kabar yang disampaikannya itu, Flory Mekeng, mengajak para sahabat, keluarga dan handaitolan serta seluruh lapisan masyarakat Sikka untuk secara bersama-sama, mai mogat hama-hama untuk mendukung pilihan sikap politik ini.

Hal itu disampaikannya dalam suasana gembira. “Dalam suasana gembira itu, saya kasih kabar ina ama wue wari di kampung saya – nora naruk epang etei saya kasih kabar ke 21 kecamatan – 13 kelurahan dan 147 desa bahwa saya mau calon bupati pada pemilu Sikka 2024 nanti. Saya mohon ijin – saya mohon restu – o’ra vateng bo’a jo’ang saya ajak ina ama wue wari – kera pu lu’ur dolor – imung deung mai mogat hama-hama antar saya ke pesta demokrasi itu,” ujarnya.

Flory mengatakan, politik Pilkada Sikka akan digelar tahun 2024 sesuai dengan ketentuan undang-undang. Tentu saja, figur-figur politik dari berbagai profesi yang berminat terlibat, akan ikut dalam hajatan itu. Pilihan cara terlibat dapat beragam, misalnya, melalui partai politik, gabungan partai politik atau perseorangan.

Tentu saja, tensi politik di Sikka akan meningkat seiring dengan dinamika pergerakan waktu politik. Langkah-langkah politik dikalkulasi dan didiskusikan di hampir semua tempat di mana orang berkumpul. Kenyataan itu merupakan gambaran betapa dinamisnya perpolitikan di Sikka. Rivalitas politik lokal pun mulai menggeliat.

Flory mengatakan, walau demikian, di tengah rivalitas perpolitikan yang ada seyogianya setiap aktor yang terlibat harus terus menjaga kesantunan berinteraksi karena toh kita tetap bersaudara. Juga tidak ditemukan alasan yang cukup untuk saling memusuhi apalagi saling menyakiti karena endingnya cuma satu, ada seseorang yang dipercaya rakyat untuk mengantar nian Sikka Tanah Alok yang lebih baik buat kita semua.

“Dua tahun belakangan ini, saya keliling-keliling Kabupaten Sikka – dari desa ke desa – dari kampung ke kampung – cerita-cerita di tempat pesta – ataupun di tempat duka – dari situ saya mendengar dan mendalami apa sesungguhnya yang ina ama wue wari cita-citakan tentang Sikka. Saya juga silaturahmi ke para tokoh agama – tokoh masyarakat dan senior-senior. Menemui teman-teman saya pimpinan/pengurus partai politik di Kabupaten Sikka – walau belum semua, untuk menyatukan semangat kolektif bahwa Sikka itu dibangun bersama, hanya mungkin pilihan cara yang berbeda. Silaturahmi ke berbagai elemen kekuatan politik di Sikka sesungguhnya sebagai cara untuk mencermati dan memahami realitas opini, kehendak publik agar nantinya kita secara bersama merumuskan dan secara bersama pula membawa Sikka ke perubahan yang diharapkan bersama,” jelasnya.

Nah, pilihan cara yang berbeda itu harus ditempatkan secara konsisten sesuai ketentuan undang-undang dan dalam interaksi relasi sosial. Saya   juga ingin memperoleh gambaran yang komprehensif tentang Sikka yang sesungguhnya – disandingkan dengan kondisi riil dan potensi yang ada, tambahnya.

Dijelaskan, dari jalan-jalan itu dan diskusi dengan beberapa kalangan, diperoleh gambaran bahwa kolaborasi empat kekuatan besar yaitu  potensi sumber daya alam – penganggaran – kecerdasan intelektual dan budaya kula babong akan mempercepat akselerasi pembangunan di Sikka. Kreatif – inovatif dan komitmen menjadi zat perekat kolaborasi empat kekuatan itu. Diskusi itu juga akhirnya muncul tema pemimpin dan kepemimpinan. “Kesan saya, mereka ingin sekali meletakkan pemimpinnya sebagai sumber utama skenario perubahan dengan menata secara apik pikiran-pikiran cerdas rakyatnya sebagai modal kekuatan memobilisasi cara bertindak,” ujarnya.

Dia menambahkan, diperoleh gambaran bahwa apa pun ketokohan dan kematangan figur politik seseorang harus berbanding lurus dengan basis dukungan rakyat sebagai garansi. Empat kekuatan besar sebagaimana disebutkan di atas, memang dikelola dengan cermat agar pilihan fokus kerja dan kegiatan pembangunan mengarah para perubahan sosial ekonomi politik di Kabupaten Sikka. Dengan kata lain modal sumber daya alam dan modal sosial lain merupakan instrumen dasar penggerak perubahan sosial ke arah yang lebih menyata untuk menata kemakmuran rakyat. Karena tujuan pembangunan dan tujuan memilih pemimpin diarahkan dan terarah ke pemecahan masalah sosial yang dihadapi rakyat.

Mantan aktivis mahasiswa baik intra maupun extra kampus – berkecimpung di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dan di birokrasi pemerintahan memimpin sejumlah dinas/badan tingkat Provinsi NTT – bahkan pernah Penjabat Bupati Sikka tahun 2018, terus mencermati dinamika dan lalu lalang politik pilkada Sikka.

“Sebuah pesta rakyat yang penuh senang dan canda tawa – ada alur ketentuan yang telah ditetapkan – bergerak maju ke pesta itu tanpa rasa takut atau ditakut-takuti. Andaikan ada, lo’a ko (jangan) itu hak orang untuk menentukan sendiri pilihannya,” ujarnya.

 

(dp/pr)

Facebook Comments Box